Makanan Khas Makanan KhasCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
food

Makanan Khas Hits: Fenomena Kuliner yang Kembali Viral

Mengapa makanan khas tradisional bisa menjadi hits? Analisis dari Ciruas: rasa, nostalgia, dan peran media sosial.

15 May 2026 · 3 menit baca · oleh Redaksi Makanan Khas
Makanan Khas Hits: Fenomena Kuliner yang Kembali Viral

Pekan lalu saya menyusuri Pasar Lama Ciruas saat jam makan siang. Di sudut gang, satu lapak kecil tanpa papan nama justru justru dikerumuni puluhan orang. Antrean mengular, sebagian besar remaja yang sibuk memotret penganan bernama wajik ketan hitam. Wajik yang dulu hanya muncul saat hajatan, tiba-tiba menjadi rebutan. Fenomena ini bukan kebetulan. Saya, yang sejak tahun 2018 berkelana dari dapur ke dapur, mulai penasaran: apa yang membuat makanan khas tertentu tiba-tiba menjadi hits?

Mengapa Makanan Khas Bisa Menjadi Hits

Saya melihat tiga faktor utama yang saling mengunci. Pertama, rasa yang autentik. Wajik ketan hitam tadi tidak dibuat dengan gula pasir biasa, melainkan gula merah cair yang dimasak perlahan hingga karamel. Proses itu menghasilkan rasa legit yang sulit ditiru oleh versi pabrikan. Kedua, nostalgia. Sebagian besar pembeli yang saya wawancari mengaku kangen dengan jajanan masa kecil mereka. Di era serba instan, makanan khas menghadirkan memori sentuhan—aroma daun pandan, tekstur lengket ketan, bahkan cara membungkus menggunakan daun pisang. Ketiga, dan yang paling menarik menurut saya, adalah peran media sosial. Satu video pendek yang merekam lapisan gula mengilap di atas wajik bisa ditonton jutaan kali dalam semalam. Media sosial mengubah makanan khas dari sekadar santapan menjadi konten yang punya nilai visual tinggi.

Tidak hanya wajik. Di Ciruas misalnya, sate bandeng yang biasanya dijual dalam kemasan khas kini dikreasikan sebagai isian roti bakar dan topping mie. Inovasi tanpa menghilangkan identitas asli—itulah kuncinya. Saya menemukan pola serupa pada jajanan pasar lain seperti klepon isi keju, getuk lindri dengan taburan oreo, atau yang terbaru, cenil versi puding. Makanan khas tidak harus kaku; bisa beradaptasi dengan selera generasi baru.

Dari sudut pandang analitis, saya mencatat bahwa makanan khas hits selalu memiliki elemen cerita. Ketika kita membeli wajik ketan hitam, kita tidak sekadar membeli camilan. Kita ikut membeli proses pembuatan yang melewati malam, resep turun-temurun, dan hubungan emosional dengan penjual. Hal inilah yang membedakannya dengan makanan kekinian yang cepat basi.

Bagi pemula yang ingin merasakan langsung gelombang ini, cobalah mulai dari dapur sendiri. Resep-resep makanan khas sebenarnya sederhana: hanya butuh ketelatenan. Ambil contoh wajik ketan hitam, bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional—sama seperti yang biasa saya beli di Pasar Ciruas. Proses mengukus dan mengaduk perlahan justru menjadi ritual yang menyenangkan. Saya yakin, setelah mencicipi hasilnya, Anda akan paham mengapa makanan khas bisa terus menjadi hits lintas generasi.

Dalam perjalanan panjang saya menulis tentang kuliner, satu hal tetap jelas: makanan khas bukan sekadar penganut tren. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Dan di setiap gigitan, saya selalu menemukan sesuatu yang baru untuk diulas Catatan paralel ada di khas enak.

(Untuk informasi lebih lengkap tentang asal-usul wajik dan jajanan tradisional lain, Anda bisa membaca halaman Wikipedia Indonesia tentang jajanan pasar.)

Wajik ketan hitam sebagai contoh makanan khas hits yang viral

Referensi: sumber resmi

Tag: #makanan khas #kuliner tradisional #jajanan hits #ciruas